Kamis, 20 Oktober 2016

HUKUM Yg mengatur Tentang kenakalan remaja

                         HUKUM YANG MENGATUR TENTANG KENAKALAN REMAJA  



       Remaja merupakan masa peralihan antara anak-anak dan dewasa, pada masa ini ada juga keraguan terhadap peran yang akan dilakukan. Remaja bukan lagi seorang anak dan juga bukan orang dewasa. Remaja mulai mencoba-coba bertindak dan berperilaku seperti orang dewasa, misalnya merokok, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan, dan terlibat dalam perbuatan seks. Tindakan ini tidak
sesuai dengan norma atau aturan yang berlaku di masyarakat. Apabila tidak dikendalikan dapat menjurus kepada tindak kejahatan. Sebagai contoh: remaja dari keluarga tidak mampu kecanduan obat-obatan terlarang, orang tuanya tidak bisa memberikan uang sebagai alat untuk pemuas kebutuhan sehingga tidak ada jalan lain kecuali mencuri uang temannya. Pencurian ini tergolong kejahatan yang dilakukan
oleh remaja atau yang lebih dikenal sebagai kenakalan remaja (juvenile delinquency).
Minddendorff mengemukakan pendapatnya pada salah satu karangan Kartini Kartono (2002:3) menyatakan bahwa ada kenaikan jumlah juvenile delinquency (kejahatan anak remaja) dalam kualitas, dan peningkatan dalam kegarangan serta kebengisannya yang lebih banyak dilakukan dalam aksi-aksi
kelompok daripada tindak kejahatan individual. Fakta kemudian menunjukkan bahwa semua tipe kejahatan remaja itu semakin bertambah jumlahnya dengan semakin lajunya perkembangan industrialisasi dan urbanisasi. Di kota-kota industri dan kota besar yang cepat berkembang secara fisik, terjadi kasus kejahatan yang jauh lebih banyak daripada dalam masyarakat primitif atau di desa-desa. Di Indonesia masalah kenakalan remaja telah mencapai tingkat yang cukup meresahkan masyarakat.
Pengaruh sosial dan kultural memainkan peranan yang besar dalam pembentukan atau pengkondisian tingkah laku kriminal anak-anak remaja. Perilaku anak-anak ini
menunjukkan tanda-tanda kurang atau tidak adanya korfomitas terhadap normanorma
sosial, mayoritas juvenile delinquency berusia di bawah 21 tahun. Anak
tertinggi tindak kejahatan ada pada usia 15-19 tahun dan sesudah umur 22 tahun,
kasus kejahatan yang dilakukan oleh delinkuen menjadi menurun.
Kejahatan seksual banyak dilakukan oleh anak-anak usia remaja sampai
dengan umur menjelang dewasa, dan kemudian pada usia pertengahan. Tindak
merampok, menyamun dan membegal, 70% dilakukan oleh orang-orang muda
berusia 17-30 tahun. Selanjutnya, mayoritas anak-anak muda yang terpidana dan
dihukum disebabkan oleh nafsu serakah untuk memiliki, sehingga mereka banyak
melakukan perbuatan mencopet, menjambret, menipu, merampok, menggarong, dan
lain-lain. Dalam catatan kepolisian pada umumnya jumlah anak laki-laki yang
melakukan kejahatan dalam kelompok geng-geng diperkirakan 50 kali lipat daripada
geng anak perempuan, sebab anak perempuan pada umumnya lebih banyak jatuh ke
limbah pelacuran, promiskuitas (bergaul bebas dan seks bebas dengan banyak pria)
dan menderita gangguan mental, serta perbuatan minggat dari rumah (Kartini Kartono,2002:7).
Kenakalan remaja dapat didefinisikan sebagai suatu perbuatan yang
melanggar norma, aturan atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau masa transisi antara anak-anak dan dewasa. Dengan kata lain,, kenakalan
remaja merupakan tindakan oleh seseorang yang belum dewasa yang sengaja
melanggar peraturan masyarakat maupun hukum yang ditetapkan pemerintah.
Perbuatan remaja mencopet, menjambret, menipu, menggarong merupakan perbuatan
yang tidak bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya, karena dapat dikategorikan
sebagai perbuatan yang melanggar hukum.
Kenakalan remaja perlu diatasi dengan segera, berbagai pihak ikut
bertanggung jawab mengenai masalah ini, seperti kelompok edukatif di lingkungan
sekolah, pemerintah, hakim dan jaksa di bidang penyuluhan dan penegakan hukum,
kepolisian, masyarakat serta peranan keluarga. Kepolisian dengan tugas memelihara
keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan
perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat diharapkan andilnya
dalam mengatasi kenakalan remaja. Polwiltabes Semarang sebagai lembaga institusi
POLRI ( Kepolisian Republik Indonesia) di kewilayahan Kota Besar Semarang ikut
bertanggung jawab dalam penanganan kenakalan remaja sebab kasus-kasus
kenakalan remaja sudah semakin merebak di Kota Semarang, hal ini dapat dilihat dari
keterlibatan remaja dalam masalah narkotik dan obat-obatan terlarang, tawuran antar
pelajar, dan sebagainya.

penyalah gunaan TI

                    Latar Belakang Masalah Penyalah gunaan TI



           Siapa yang tidak tau yang namanya internet.
Tetapi masyarakat yang paling banyak menggunakan internet adalah para remaja.
Tidak hanya ilmu yang bisa di dapatkan dari internet, tetapi penyalahgunaannya bisa membuat kesenangan tersendiri bagi penggunanya,  seperti jejaring sosial yang sudah tidak asing lagi bagi kita contohnya Facebook,Twitter.
Fungsi utama jejaring sosial sebenarnya menghubungkan semua orang di Indonesia bahkan dunia ,jejaring sosial juga dapat menurunkan prestasi pelajar yang menggunakannya .
Yang paling parah internet bisa merusak moral remaja remaja di kota Langsa,yang paling tampak adalah penggunaan internet yang tidak sesuai umur mereka.
Menyadari hal tersebut, saya akhirnya memilih penyalahgunaan internet di kalangan remaja tersebut sebagai tema dalam karya tulis ini.

Perumusan Masalah
Perumusan masalah pada karya tulis ini adalah:
1.      Apa yang dimaksud penyalahgunaan internet?
2.      Apa saja penyalahgunaan internet yang sering dilakukan oleh remaja?
3.      Mengapa remaja sering menyalahgunakan internet?
4.      Apa dampak yang ditimbulkan dengan adanya penyalahgunaan internet?
5.      Apa penyebab Penyalahgunaan internet?

Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ini adalah:
1.      Mengungkap penyalahgunaan internet di kota Langsa.
2.      mengatasi penyalahgunaan internet remaja di kota Langsa.
Pembahasan

A.Apa yang dimaksud penyalahgunaan internet?
Internet yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan yang positif misalnya untuk urusan bisnis, penyebaran berita, serta berbagai informasi dari seluruh dunia, namun sering disalahgunakan untuk hal yang buruk oleh para remaja di kota Langsa bahkan di Indonesia
Sesungguhnya baik dan buruknya internet bergantung pada penggunanya. Jika penggunanya mempergunakannya untuk hal-hal yang baik, maka hasilnya akan baik. Namun, jika digunakan untuk perbuatan buruk, maka hasilnya adalah sebaliknya.

B.Apa saja penyalahgunaan internet yang sering dilakukan oleh remaja?
Bentuk penyalahgunaan internet bisa berbentuk apa saja, bisa berbentuk game online, sosial media (jika di salahgunakan), dan yang paling parah situs pornografi
Biasanya, remaja yang belajar di Sekolah yang mempunyai fasilitas WIFI, dan memungkinkan membawa laptop yang seharusnya digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi, sayangnya  biasanya seringkali internet disalahgunakan.
Survey yang saya lakukan tidak perlu jauh jauh bahkan ada di kelas saya sendiri,jujur saja saya juga termasuk orang yang menyalahgunakan internet bahkan anda pun termasuk pelaku penyalahgunaan internet.
Berdasarkan survey yang saya lakukan, ternyata sebagian siswa yang membawa laptop menggunakannya untuk bermain facebook saat pelajaran sedang berlangsung. Sementara yang lain terkadang bermain game, atau mengunduh sesuatu yang tak ada hubungannya dengan pelajaran. Sungguh disayangkan.
Hasil survey dari Juga membuktikan bahwa banyak anak remaja yang salah menggunakan internet

C.Mengapa remaja sering menyalahgunakan internet?
1.Kondisi Psikologis Labil
Remaja adalah saat diantara masa anak-anak dan dewasa. Sehingga kondisi psikologisnya sering labil.
2.      Kondisi lingkungan yang kurang memperhatikannya
Misalnya kasih sayang yang kurang dari kedua orangtuanya, atau kondisi lingkungan tempat tinggal yang kurang peduli dengannya.

3.Ingin Mencurahkan Isi Hati
Karena kondisi psikologisnya labil, maka seringkali mencurahkan isi hatinya di jejaring sosial supaya orang lain tahu isi hatinya. Namun, jika menggunakan ungkapan yang buruk, maka akan menjadi masalah yang lain.
4.      Ingin Mengekspresikan Diri
Menurut survey saya, ada beberapa siswa yang sebenarnya terlihat pendiam, namun di jejaring sosial ia selalu terlihat ekspresif. Bahkan, hal itu dilarang. Karena ia tak mencerminkan dirinya yang sebenarnya.
5.      Coba-coba
Seringkali remaja membuka situs web di internet karena coba-coba. Misalnya sebuah iklan di sebuah situs web. Namun, dapat menjadi kebiasaan yang buruk.

D.Apa dampak yang ditimbulkan dengan adanya penyalahgunaan internet?
Dampak yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan internet oleh remaja antara lain:
1.Kecanduan
Sudah banyak remaja yang kecanduan internet. Terutama jejaring sosial. Hal ini harus dihindari oleh siapapun. Karena akan membuang waktu dan uang untuk hal yang kurang penting.
2.Tindak Kriminal
Beberapa remaja yang menggunakan jejaring sosial dan berteman dengan orang tak dikenal, pernah menjadi korban kriminalitas. Atau tindak kriminal lain seperti pembobolan produk yang mengakibatkan kerugian.
3.Rusaknya Moral Bangsa
Dapat dilihat dari apa yang mereka buka hanya berawal dari coba-coba tadi yang berawal dari iklan iklan yang tidak layak tidak sengaja keluar, tanpa mereka sadari mereka telah salah menggunakan internet dan itu dapat merusak moral bangsa

E.Apa penyebab Penyalahgunaan internet?
Menurut saya, penyalahgunaan internet disebabkan oleh kurang kuatnya pengawasan orang tua, komunikasi dan perhatian orang tua juga menjadi peranan penting bagi remaja remaja di kota Langsa. Dan penyebab lainnya adalah kurang kuatnya keamanan internet di Indonesia ini sehingga dengan mudahnya para remaja membuka situs pornografi.

Kesimpulan
Internet yang mempunyai banyak manfaat justru sering disalahgunakan oleh remaja untuk tujuan buruk. Beberapa penyebab mengapa remaja sering menyalahgunakan internet antara lain karena kondisi psikologis yang labil, ingin mencurahkan isi hati, kondisi lingkungan yang kurang baik, ingin mengekspresikan diri, serta coba-coba, harus terlebih dahulu diatasi.
Fasilitas WIFI di sekolah juga terkadang disalahgunakan oleh siswa untuk bermain internet yang tak ada hubungannya dengan pelajaran.
Internet harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Jika kita menggunakannya dengan baik, maka akan mendatangkan kebaikan. Namun, jika kita disalahgunakan, maka akan mendatangkan keburukan. Hanya tergantung pada pemakainya.

Saran
Dengan Internet, kita dapat mencari berbagai informasi yang berguna. Namun jika disalahgunakan, akan mendatangkan masalah. Karena itu, jangan menyalahgunakan internet untuk keburukan. Karena pada akhirnya, kita akan menanggung akibatnya.Memperkuat komunikasi dan perhatian orang tua terhadap anak, dan memperkuat keamanan internet di Indonesia. 

sek bebas




                 AKIBAT DARI SEK BEBAS

ads
Akibat pergaulan bebas perlu disosialisasikan, ditekankan kepada anak remaja dan anak muda jaman sekarang. Sebagaimana telah diketahui bahwa pergaulan bebas adalah sebuah bentuk pergaulan atau tingkah laku yang melanggar norma dan merusak nama baik diri sendiri maupun keluarga. Mereka bebas, artinya menyimpang dan melewati batas-batas norma atau aturan yang seharusnya. Sehingga pergaulan bebas cenderung mendatangkan bahaya dan dampak negatif bagi orang yang melakukannya. Yang mana, sebagian besar para pelaku pergaulan bebas termasuk di Indonesia merupakan para remaja atau anak muda yang masih labil dan berusia belasan tahun hingga 20 tahun. Kaum dewasa pun ada yang melakukan pergaulan bebas meski angkanya tidak sebanyak kaum remaja. Pelaku yang berasal dari kalangan orang dewasa berusia di atas 20 tahun bahkan 30 tahun.
Ada banyak faktor mengapa kebanyakan pelaku pergaulan bebas berasal dari kalangan remaja, Terlepas dari emosinya yang masih labil remaja juga rentan untuk lepas kontrol dan tidak bisa mengendalikan diri seperti yang seharusnya. Beberapa faktor penyebab pergaulan bebas tersebut, diantaranya:
1. Faktor Agama
Faktor agama berkaitan dengan tingkat keyakinan dan iman yang dimiliki dalam diri seseorang. Yang mana, tingkat keyakinan dan iman yang dimiliki bergantung pada pengetahuan yang diketahui serta tertanam di dalam diri seseorang tersebut. Remaja dengan tingkat pengetahuan agama yang kurang kebanyakan tidak mengetahui tentang ajaran agama apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, serta hukuman apa yang setimpal dengan perbuatannya.  Remaja juga sering tergoda dengan gangguan setan (sesuai keyakinan) yang menjadi penyebab remaja selalu berpikiran buruk atau menyimpang dari ajaran agama dan terdorong untuk melakukan hal-hal yang negatif yang bertentangan dengan ajaran agama yang seharusnya.
Namun berbeda dengan remaja yang pengetahuan agamanya mencukupi sehingga banyak yang diketahuinya tentang ajaran agama. Remaja dengan pengetahuan agama yang luas dan memegang teguh ajaran agamanya memiliki resiko yang lebih kecil untuk terjebak ke dalam dunia pergaulan bebas. Hal ini dikarenakan adanya keyakinan dan iman yang kuat di dalam dirinya untuk selalu berpegang teguh pada agamanya sehingga tidak akan mudah terpengaruh dengan pergaulan bebas yang melanggar dari ajaran agama yang dianutnya. Lingkungan keluargalah yang menjadi guru pertama untuk mengajarkan agama untuk anak atau kaum remaja sehingga mereka tahu secara mendalam tentng ajaran agama yang dianutnya.
2. FaktorLingkungan
3. Faktor Ilmu Pengetahuan
4. Faktor Perubahan Zaman
5. Sikap Mental yang Tidak Sehat
6. Kegagalan Menyerap Norma
7. Pelampiasan Rasa Kecewa
Sehingga dari berbagai faktor penyebab yang telah disebutkan dan dijelaskan dapat diketahui bahwa pergaulan bebas pasti memiliki dampak negatif dan bahaya yang bisa muncul pada para pelakunya, yang sebagian besar merupakan kalangan remaja termasuk di Indonesia. Ada berbagai dampak negatif dan bahaya yang bisa saja timbul akibat pergaulan bebas bagi yang sebagian besar merupakan kalangan remaja, diantaranya adalah berikut ini:

Segi Agama

Dampak negatif dan bahaya yang satu ini muncul terkait dengan kewajibannya sebagai makhluk yang memiliki Tuhan dan beriman dari pelaku pergaulan bebas. Adapun dampak negatif dan bahaya tersebut, diantaranya:
  1. Malas Untuk Beribadah
Seseorang, baik remaja maupun orang dewasa, yang sudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas biasanya akan semakin malas untuk melakukan peribadahan kepada Tuhan. Hal ini dikarenakan mereka sudah terpedaya untuk melakukan hal-hal yang negatif dalam dunia pergaulan bebas, yang membuatnya lupa untuk melaksanakan kewajibannya sebagai makhluk beragama yang percaya kepada adanya Tuhan sebagai Sang Pencipta bagi dirinya sendiri, alam semesta, dan seluruh isinya.
  1. Berkurangnya Keyakinan Dan Iman
Rasa malas melakukan peribadahan kepada Tuhan sebagaimana telah dijelaskan merupakan suatu indikator terhadap berkurangnya keyakinan pada agama yang dianut dan iman pada Tuhan yang ada di dalam diri seseorang. Hal inilah yang menjadi salah satu dampak negatif dan bahaya yang ditimbulkan apabila seseorang telah terjerumus ke dalam pergaulan bebas, terutama kalangan remaja yang masih labil dan belum mampu mengontrol emosinya.
  1. Menambah dosa
Menambah dosa juga merupakan salah satu akibat dari pergaulan bebas yang merupakan imbas dari malasnya melakukan peribadahan dan keyakinan iman kepada Tuhan dan agama-Nya. Sebagaimana kita tahu bahwa tindakan pergaulan bebas selalu negatif dan bertentangan dengan ajaran agama sehingga apabila dilakukan akan menyebabkan dosa bagi pelakunya.
Meskipun telah diketahui bahwa masalah dosa adalah urusan Tuhan, tetapi kita harusnya sadar kalau sesuatu negatif yang dilakukan di dalam pergaulan bebas pastilah bertentangan dengan ajaran agama sehingga apabila dilakukan akan menimbulkan dosa dan kelak (ketika umur telah usai) harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Sang Maha Pencipta.

Segi Psikologis dan Perilaku Diri

Dampak negatif dan bahaya yang satu ini terkait dengan kepribadian yang menyangkut perilaku dan sikap dari pelaku pergaulan bebas. Adapun dampak negatif dan bahaya tersebut, diantaranya:
Sponsors Link
  1. Mental yang Tidak Stabil
Mental yang tidak stabil timbul karena seseorang yang telah terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Mereka biasanya mengalami masalah dalam hal pengontrolan emosi. Dalam artian mental yang tidak stabil bisa dikatakan sebagai emosi yang tidak stabil atau tidak terkendali di dalam diri. Sehingga bisa dipastikan pula bahwa seseorang yang telah terjerumus ke dalam pergaulan bebas memiliki sifat yang mudah tersinggung dan marah, bahkan terhadap sesuatu yang sifatnya sepele sekalipun.
Selain itu, mereka juga cenderung memiliki sikap yang tidak sabaran, sering gelisah, selalu ingin melawan atau egois, terobsesi untuk menunjukkan eksistensi dan kebanggaan diri dengan berbagai cara walaupun yang dipilihnya adalah cara yang salah sekalipun.
  1. Munculnya Sikap Hedonisme
Sikap hedonisme merupakan dampak yang juga bisa muncul akibat pergaulan bebas, yaitu lebih mementingkan kesenangan duniawi daripada kepentingan akhirat ( kehidupan setelah mati yang berujung pada surga atau neraka). Hal ini merupakan cerminan perilakunya yang malas melakukan peribadahan kepada Tuhan Sang Maha Pencipta.
  1. Memunculkan Sifat Munafik Dan Tidak Jujur
Sifat munafik ini muncul lagi-lagi sebagai cerminan dari rasa malas dalam melakukan peribadahan kepada Tuhan. Yang mana, seseorang yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas sebenarnya tahu bahwa Tuhan serta ajaran-Nya itu mutlak ada dan harus dilakukan. Namun karena sifat munafik yang muncul menyebabkan mereka ingkar dan enggan melakukan kewajibannya sebagai makhluk yang memiliki Tuhan dan agama. Padahal jelas-jelas mereka telah mengakui bahwa memiliki agama yang dianut serta Tuhan yang dipercayai keberadaan-Nya. Hal itu merupakan sifat yang tidak jujur, bukan hanya terhadap dirinya sendiri namun juga terhadap Tuhan dan agama-Nya. Dan dapat pula dikatakan bahwa orang yang terjebak ke dalam pergaulan bebas cenderung menjadi pembohong sehingga mereka susah untuk dipercaya.
  1. Suka Foya-foya
Kebiasaan berfoya-foya juga merupakan akibat yang disebabkan dari seseorang yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Hal ini dikarenakan para pelaku pergaulan bebas cenderung atau identik memiliki kebiasaan, seperti dugem, mengkonsumsi minuman beralkohol, mengkonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba), dan berbagai hal lainnya yang menguras harta benda bahkan melakukan hubungan di luar nikah (free sex).
  1. Melakukan tindak kriminalitas
Tindakan ini muncul sebagai salah satu akibat dari kebiasaannya dalam berfoya-foya tidak bisa terpenuhi. Sehingga pelaku pergaulan bebas akan melakukan apa saja agar bisa memenuhi kebiasaannya untuk berfoya-foya, seperti mengkonsumsi minuman beralkohol, mengkonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba), dugem, dan berbagai hal lainnya yang menguras harta benda bahkan melakukan hubungan di luar nikah (free sex). Tak jarang pelaku pergaulan bebas melakukan berbagai tindak kriminalitas sebagaimana diberitakan di koran maupun ditayangkan di televisi, seperti pencurian, melakukan jual-beli barang terlarang (narkoba) bahkan perampokan yang disertai pembunuhan pada korbannya atau lebih dikenal dengan istilah pembegalan.

Segi Kesehatan

Dampak negatif dan bahaya akibat pergaulan bebas dari segi kesehatan sangat menakutkan. Akibat yang satu ini muncul terkait dengan kebiasaan yang dilakukan oleh pelaku pergaulan bebas dalam berfoya-foya, seperti dugem, mengkonsumsi minuman beralkohol, mengkonsumsi obat-obatan terlarang (narkoba) serta melakukan hubungan di luar nikah (free sex). Adapun dampak negatif dan bahaya tersebut, diantaranya:
  1. Rentan Terserang Penyakit Ringan
Rentan terserang penyakit ringan di sini ialah penyakit umum yang mungkin bisa menyerang siapapun. Penyakit ringan itu misalnya flu  dan juga batuk  akibat dari lemahnya daya tahan tubuh. Dalam kasus ini, para pelaku pergaulan bebas akan rentan terserang penyakit akibat kebiasaan buruknya seperti dugem yang dilakukannya akan mempengaruhi daya tahan tubuh karena dugem biasanya dilakukan dari malam hari hingga pagi hari. Kebiasaan ini biasanya sudah menjadi tren remaja masa kini, apalagi di wilayah kota-kota besar, seperti Surabaya, Bandung, Bali, dan ibukota Jakarta. Meskipun di kota-kota lainnya sebenarnya juga pasti ada.
  1. Menderita HIV/AIDS 
Penyakit ini timbul pada pelaku pergaulan bebas yang biasa melakukan hubungan di luar nikah (free sex) dengan berganti-ganti pasangan, terutama di kalangan remaja. Penelitian yang pernah dilakukan oleh Pakar Seks sekaligus spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. Boyke Dian Nugraha di ibukota Jakarta mengatakan bahwa data remaja yang melakukan seks meningkat setiap tahunnya.
Bahkan berdasarkan penelitian lain juga menyebutkan bahwa sekitar 20 hingga 30 persen remaja di Indonesia mengaku sudah pernah melakukan hubungan di luar nikah. Kebiasaan tersebut biasanya dilakukan di asrama, kos-kosan maupun hotel. Parahnya, hubungan di luar nikah tersebut terus terjadi di kota-kota besar dan sudah menjadi kebiasaan yang dianggap wajar. Ironis memang mengingat para remaja sejatinya merupakan penerus bangsa yang amat dinanti-nanti kontribusinya di masa depan.
Oleh karena itu, tak heran bahwa salah satu dampak yang mungkin muncul dari pergaulan bebas atau hubungan di luar nikah adalah menjangkitnya penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini berhubungan dengan sistem imun penderitanya dan sangat menular melalui hubungan seksual. Kebanyakan penderitanya berujung dengan kematian sebab penderita HIV atau AIDS tidak memiliki sistem imun lagi dimana sistem imun itu berfungsi untuk meyembuhkan diri dari penyakit.
  1. Kanker Pada Alat Reproduksi
Kasus ini umumnya menyerang kaum perempuan, di mana penyakit kanker yang beresiko tinggi menyerang remaja perempuan di bawah usia 17 tahun yang biasa melakukan hubungan di luar nikah secara bebas, apalagi bila sering berganti-ganti pasangan. Resiko perempuan yang melakukaqn pergaulan bebas rentan terkena kanker serviks dan kanker rahim.
Resiko parah lainnya akibat pergaulan bebas ialah kemandulan ( fertilitas ), perempuan mengalami mengalami sobek pada rahim (uterine perforation), dan kerusakan leher rahim (cervical lacerations), beresiko melahirkan anak cacat sebab rahim yang bermasalah, infeksi pada lapisan rahim (endometriosis) dan rentan terkena radang panggul. Kesemuanya itu sungguh sangat merugikan bagi kaum perempuan. Kaum perempuan lah yang nantinya dirugikan akibar pergaulan bebas tersebut.
  1. Menyebabkan Kanker Hati dan Gangguan Liver
Penyakit yang satu ini bisa terjadi karena pergaulan bebas berupa sering mengkonsumsi minuman beralkohol maupun obat-obatan terlarang (narkoba). Alkohol yang dikonsumsi akan menyebabkan kaker hati dan penurunan fungsi hati. Sehingga hati bisa saja kehilangan fungsinya yang amat vital bagi tubuh, terutama dalam hal menyerap kandungan racun yang ada di dalam tubuh.
  1. Kanker Payudara
Penyakit ini lagi-lagi menyerang pada perempuan, di mana yang menjadi penyebabnya adalah terjadinya ketidak seimbangan estrogen. Penyembuhan untuk kanker inipun biasanya akan dilakukan pengangkatan terhadap payudara yang terjangkit kanker. Sehingga efek sampingnya adalah kurangnya rasa percaya diri pada perempuan yang telah diangkat payudaranya demi menghilangkan kanker tersebut. Kanker ini merupakan pembunuh kaum perempuan nomor dua setelah kanker serviks.
  1. Maraknya Tindakan Aborsi
Tindakan ini juga merupakan akibat terjadinya pergaulan bebas akibat hubungan di luar nikah terutama di kalangan remaja. Hal ini terjadi karena adanya kehamilan yang tidak diinginkan pasca terjadinya hubungan intim (seks). Di samping itu, tindakan aborsi juga memiliki dampak negatif dan bahaya, seperti gangguan kesuburan (fertilitas), kanker rahim, cacat permanen, pendarahan bahkan berujung pada kematian.
  1. Sakau
Sakau merupakan keadaan cemas, gemetar bahkan kejang-kejang akibat kebiasaan atau ketergantungan mengkonsumsi obat-obtan terlarang yang ada di dunia pergaulan bebas. Obat obatan itu seperti narkoba, heroin, sabu-sabu, dan lainnya. Keadaan sakau ini biasanya terjadi tatkala keinginan untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang tersebut tidak terpenuhi.

Segi Pendidikan

Dampak negatif dan bahaya ini muncul terkait dengan perilaku serta kondisi pendidikan (sekolah) yang sedang ditempuh oleh para pelaku pergaulan bebas. Adapun dampak negatif dan bahayanya adalah berikut ini:
  1. Malas belajar
Malas belajar merupakan dampak pertama yang muncul dalam kalangan para remaja (pelajar) yang terjerumus ke dalam dunia pergaulan bebas. Yang mana, mereka sudah terlalu asyik di dalam dunia pergaulan bebas sehingga enggan untuk belajar. Apalagi bila hal yang harus dipelajari adalah materi yang tidak disukai.
  1. Menurunnya Prestasi Akademik
Menurunnya prestasi atau menurunnua nilai akademik bagi para remaj yang terjerumus dalam dunia pergaulan bebas adalah akibat kebiasaan malas untuk belajar. Kemalasan ini muncul karena mereka terlalu asyik dengan dunia pergaulan bebasnya dibandingkan kewajibannya belajar sebagai pelajar. Sehingga tidak mengherankan apabila kelakukan malas belajar berimbas pada turunnya prestasi atau nilai akademik yang didapatkan.
  1. Malas Bersekolah
sponsored links
Malas bersekolah juga bisa saja terjadi pada kalangan remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Malas bersekolah ini merupakan puncak akibat masalah lainnya yang sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu malas belajar dan menurunnya prestasi atau nilai akademik yang diperoleh. Celakanya lagi, meskipun pada awalnya telah pamit untuk berangkat ke sekolah, namun pada akhirnya memutuskan untuk membolos sekolah.
  1. Memudarnya Ilmu Pengetahuan
Apabila para remaja sudah terjerumus ke dalam dunia pergaulan bebas akan mengakibatkan malas belajar, menurunnya prestasi (nilai), dan malas sekolah. Maka sudah dapat dipastikan bahwa ilmu pengetahuan yang telah dipelajari dan dipahami sebelumnya akan memudar. Bahkan efek terberatnya ialah lupa terhadap ilmu-ilmu yang sudah dipelajari.

Segi Kehidupan Keluarga dan Masyarakat

Dampak negatif dan bahaya yang satu ini muncul terkait dengan interaksi yang dilakukan oleh para pelaku pergaulan bebas dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Adapun dampak negatif dan bahaya tersebut, diantaranya:
  1. Jarang Berkomunikasi dan Hubungan Yang Renggang
Dampak dan bahaya pertama yang mungkin saja muncul dalam sisi keluarga dan masyarakat akibat pergaulan bebas adalah komunikasi dan hubungan yang semakin jarang nan renggang. Hal ini terjadi karena para pelaku pergaulan bebas cenderung menjaga jarak dan enggan berkomunikasi dengan siapapun sehingga tak heran apabila komunikasi dan hubungan dengan keluarga dan masyarakat akan semakin jarang dan renggang.
  1. Munculnya Perselingkuhan
Ini adalah salah dampak yang bisa saja muncul dalam kasus orang dewasa yang sudah menikah. Hal ini bisa saja terjadi karena orang dewasa juga memiliki kemungkinan untuk bisa terjerumus ke dalam dunia pergaulan bebas. Berbagai faktor yang bisanya menjadi penyebab utama pada poin ini adalah kondisi rumah tangga bersama pasangan yang kurang nyaman dan baik. Terutama dalam hal seksualitas dan diperparah dengan komunikasi yang buruk. Dalam kasus ini, baik wanita maupun pria memiliki persentase yang sama, yaitu 50:50 dalam melakukan hubungan perselingkuhan. Baik pria maupun wanita yang hubungan rumah tangganya buruk akan terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang bertajuk perselingkuhan. Bagi pria maupun wanita juga tidak jarang melampiaskannya pada PSK atau gigolo.
  1. Melanggar Norma-Norma Masyarakat
Adanya pergaulan bebas di dalam dunia para remaja biasanya akan menimbulkan berbagai pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, seperti mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang di sembarang tempat. Meskipun pada hakikatnya norma-norma tersebut tidaklah tertulis namun apabila perbuatan tersebut dilakukan sebagaimana yang telah dijelaskan, maka sudah barang tentu bahwa mereka melanggar etika kehormatan di dalam masyarakat. Selain itu, tak jarang bahwa kebiasaan-kebiasaan para pelaku pergaulan bebas tersebut membuat malu dan resah masyarakat, yang mana oleh masyarakat lain dipandang sebagai daerah yang tidak arif dan kurang baik tingkah lakunya.
  1. Kurangnya Rasa Percaya Diri
Salah satu akibat yang muncul bagi para pelaku pergaulan bebas dalam masyarakat adalah mereka kurang memiliki rasa percaya diri untuk tampil di hadapan umum. Oleh karena itu, kebanyakan pelaku pergaulan bebas tak banyak melakukan pergerakan di tengah-tengah masyarakat dan lebih memilih untuk menyendiri serta menjauh dari keramaian karena kurangnya rasa percaya diri yang dimilikinya.
Salah satu contoh kurangnya rasa percaya diri untuk muncul bagi para pelaku pergaulan bebas karena menderita penyakit HIV/AIDS. Selain karena merupakan penyakit yang menular, para penderita HIV/AIDS memang secara fisik, mental, dan psikologis mengalami krisis kepercayaan diri terhadap keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat. Sehingga mereka lebih memilih untuk sendiri dan bersikap tertutup.
Catatan Penting
  • Banyak sekali dampak negatif dan bahaya yang ditimbulkan akibat adanya pergaulan bebas yang secara keseluruhan menjangkit kalangan remaja daripada orang dewasa.
  • Bergaul dalam dinamika kehidupan memang diperlukan terlebih sebagai makhluk sosial yang tidak mampu hidup sendiri, namun sudah seyogyanya dilakukan dalam batas yang wajar, hal yang positif, dan tidak berlebihan tentunya.
  • Pintar-pintarlah dalam memilih dunia pergaulan agar tidak terjerumus ke dalam dunia pergaulan bebas yang serba negatif dan tidak baik dari berbagai sisi kehidupan.
  • Diperlukan keseimbangan antara rasa ingin tahu yang dimiliki khususnya oleh para remaja dan ilmu pengetahuan yang dipelajari serta dipahami untuk bisa menjawab rasa keingintahuan tersebut.
Meskipun peringatan ini sejatinya untuk anak remaja namun faktanya orang-orang dewasa pun juga harus diperingatkan kembali akan akibat pergaulan bebas. Hanya saja para remaja memang sangat ditekankan agar mampu menghindari pergaulan bebas karena kondisi mental yang masih labil, emosi yang belum terkendali secara sempurna, dan pemikiran serta pengambilan keputusan yang sering kali goyah dan kurang matang. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah matang di segala hal termasuk emosi dan pemikiran.